Sabtu, 11 Oktober 2014



Konsep Informasi
A.    Definisi data dan Informasi
Definisi Data
Sumber informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal datum atau data item. Terdapat beberapa pengertian data menurut beberapa ahli, diantaranya :
Data merupakan deskripsi dari suatu kejadian yang kita hadapi serta menggambar  kan kesatuan nyata yang terjadi pada saat tertentu (Prabu,2006).
Data adalah fakta mengenai objek, orang dan lain-lain yang dinyatakan yang dinyatakan dengan nilai (Abdul, 2001)
Informasi tanpa adanya data maka informasi tersebut tidak akan terbentuk. Begitu pentingnya peranan data dalam terjadinya suatu informasi yang berkualitas. Keakuratan data sangat mempengaruhi terhadap keluaran informasi yang akan terbentuk.
            Definisi Informasi
Informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang mempunyai ari bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata atau dapat dirasakan akibatnya pada tindakan atau keputusan saat ini atau yangakan datang.
B.     Model Sistem Komunikasi
Pemancar mengirim data dalam bentuk kode untuk dikirim melalui suatu saluran ke penerima. Pesan yang datang dari sumber ke pemancar biasanya berupa sandi (melalui encoder) sehingga ia dapat dikirimkan kembali melalui saluran komunikasi dan pesan tersebut harus diterjemahkan kembali (melalui decoder) agar dapat dimengerti oleh di penerima. Saluran tersebut tidak selalu dapat mengirimkan sandi pesan tersebut dengan sempurna karena adanya gangguan dan distorsi. Distorsi disebabkan oleh operasi yang diketahui (bahkan disengaja) dan dapat dikoreksi dengan operasi yang berlawanan. Gangguan merupakan interferensi random dan tak terduga.



C.    Entropi Dan Redudansi
Entropi
Istilah "entropi" dipinjam dari termodinamika. Yaitu ketidakteraturan relatif (relative
disorder) atau keteracakan (randomness) dalam sebuah sistem. Infonnasi adalah sebuah
ukuran keteraturan dalam sebuah sistem dan merupakan lawan dari entropi. Tetapi, rumusan infonnasi kerap disebut sebagai "fungsi entropi". Alasannya adalah karena informasi diperlukan untuk mengurangi keraguan' atau ketidakteraturan atau entropi yang harus dikurangi. Entropi adalah konsep acak, dimana terdapat  keadaan  yang  kemungkinannya tidak pasti Entropi timbul jika prediktabilitas/kemungkinannya rendah  (low predictable) dan  informasi  yang  ada  tinggi (high information).Berbeda dengan redudansi yang dipandang sebagai sarana untuk memperbaikai komunikasi, entropi dipandang sebagai suatu masalah dalam komunikasi. Biasanya dikaitkan dengan khalayak yg mempunyai tingkat homogenitas tinggi/spesifik. Semakin banyak gangguan, semakin besar kebutuhan akan redundansi yang mengurangi entropi relatif pesan. Keseimbangan redundansi dan entropi dapat menghasilkan komunikasi yang efisien dan pada saat yang sama mengatasi gangguan dalam saluran.
Redudansi
Sebuah komunikasi jarang terdiri dari informasi yang lengkap komposisinya. Selalu ada saja elemen yang redundan (kelebihan). Redundansi nampaknya secara sekilas buruk karena menunjukkan adanya elemen yang tidak diperlukan. Tetapi sedikit rendudansi dapat dipakai untuk pengendalian kesalahan. Dalam sebuah model sistem komunikasi, ada bising di dalam saluran. Ini berarti pesan yang diterima tidak persis serupa dengan yang dikirim. Pemancaran data rendundan memungkinkan penerima memeriksa apakah pesan yang diterima sudah benar dan memungkinkan dia mengadakan rekonstruksi pesan yang benar. Sebagai contoh, andaikan sebuah pesan mengenai sejarah Amerika sebagian tercampur bising sehingga yang keluar dari alat penerima adalah sebagai berikut (* berarti sebuah karakter tak jelas):


PR***DE*P*RT*MA AM***K* *E*** * **SH*NG***
Kenyataan bahwa penerima segera menangkap kalimat tersebut sebagai "Presiden pertama Amerika George Washington" menunjukkan pesan semula sangat redundan. Bahkan pesan kacau tersebut pun masih redundan. Redundasi tersebut menunjukkan bahwa penerima tidak perlu mendengar dan mengurai setiap bunyi untuk memahami pesan tersebut.
D.    Reduksi Data.
Dari katanya saja kita bisa mengartikan bahwa Reduksi Data adalah Suatu peleburan atau mengurangi Kapasitas Data yang besar menjadi lebih kecil akan tetapi integritas data originalnya masih tetap terjaga. Hal  tersebut dilakukan karena biasanya Data yang besar membutuhkan beban komputasi yang tinggi.
Reduksi data terdiri dari :
Klarifikasi Data
Klasifikasi data dan Kompresi Peringkasan & Penyaringan Keorganisasian Inferensi (Pengambilan Keputusan )Klasifikasi data dan Kompresi Sistem dapat menggolongkan data utk mengurangi volume data. Klasifikasi secara keseluruhan yg berbeda-beda menyatakan pemampatan / kompresi data.
Klasifikasi data Data Kualitatif : Berupa kategori yang tidak berbentuk angka Nominal : perlu sub bagian untuk mengelompokkan dan mendeskripsikan data Ordinal : perlu urutan peringkat Data Kuantitatif : dinyatakan dengan angka Diskrit : data dalam bilangan pasti (bulat), diperoleh dengan cara mencacah Kontinyu (continue) : data dalam bilangan decimal, diperoleh dengan cara menghitung Peringkasan & Penyaringan Keorganisasian ada banyak transaksi & peristiwa-peristiwa yang merupakan informasi dalam pengambilan keputusan.
            Peringkasan dan Penyaringan keorganisasian
            Sistem perakunan mengelompokkan dan memampatkan data transaksi yang di bu-
tuhkan untuk tujuan-tujuan perakunan. Tetapi banyak transaksi dan peristiwa lain
mempunyai hubungan (merupakan informasi) untuk pengambilan keputusan. Beberapa
contoh adalah sikap pelanggan yang diterima wiraniaga, perubahan kebijakan agen-agen
pemerintah, dan kondisi keuangan para pensuplai utama. "pesan-pesan ini diringkas dalam berbagai cara dalam perjalanannya menuju puncak organisasi. Efisiensi komunikasi tergantung pada metode keorganisasian untuk mendapatkan data dan saluran komunikasi yang disedikan bagi mereka. Bila tidak ada prosedur resmi untuk menggolongkan,meringkas, dan menyampaikan pada para pengambil keputusan, maka isyarat-isyarat dapat tersaing oleh elemen-elemen keorganisasian. Sebagai contoh, keluhan pelanggan alas taktik wiraniaga dalai i sebuah distrik penjualan dapat dihambat oleh manajer penjualan distrik yang tidak ingin kritik tersebut menyerangnya dan mungkin menganggap dapat mengatasi sendiri situasi tersebut.
Reduksi DataInferensi (Pengambilan Keputusan )
mereduksi data dengan cara mengambil keputusan dari seperangkat data & inferens ( bukan data yang resmi) untuk dikomunikasikan dalam organisasi
Ø  Contoh pesan inferensi : Dugaan peranan lembaga antirust dalam merger pada periode mendatang. Data ini tidak memiliki kepastian, tetapi penerima inferensi mengandalkan data ini.
E.     MUTU INFORMASI
Dalam suatu penyelidikan yang dilakukan mengenai sikap manajemen terhadap sistem informasi, 75 orang manajer menilai peningkatan mutu dan jumlah informasi hampir sama dipenggunaanya dari sudut pengaruhnya terhadap prestasi kerja. Akan tetapi, apabila diberi kesempatan untuk memilih, 90% manajer lebih menyukai peningkatan dalam mutu informasi daripada peningkatan dalam jumlahnya.
Informasi berbeda dalam mutunya disebabkan oleh penyimpangan atau kesalahan. Mengenai penyimpangan dapat diberikan contoh seorang wakil penjualan yang cenderung menaksir hasil penjualan yang tidak realistis. Apabila penyimpangan diketahui oleh penerima informasi, ia dapat menyesuaikannya. Masalahnya adalah menentukan penyimpangan tersebut.
Kesalahan merupakan suatu masalah yang lebih sulit karena untuk menyesuaikannya tidak mudah.


Menurut Gordon B. Davis, kesalahan dapat disebabkan oleh:
1. Metode pengumpulan data pengukuran data yang tidak tepat.
2. Tidak dapat mengikuti prosedur pengolahan yang benar.
3. Hilang atau tidak terolahnya data.
4. Pemeriksaan atau pencatatan data yang salah.
5. Dokumen (indek) sejarah yang salah.
6. Kesalahan dalam prosedur dan pengolahan.
7. Kesalahan yang dilakukan dengan sengaja.

Dalam kebanyakan sistem informasi, penerima informasi tidak mempunyai pengetahuan, baik tentang penyimpangan maupun tentang kesalahan yang dapat mempengaruhi mutunya. Proses pengukuran yang menghasilkan laporan dan ketepatan data dalam laporan mengandung ketepatan yang terjamin.
Kesulitan karena penyimpangan dapat ditangani dalam pengolahan informasi melalui prosedur untuk menemukan dan mengukur penyimpangan dan penyesuaiannya.

Kesulitan karena kesalahan dapat diatasi dengan:
1. Kontrol intern untuk menemukan kesalahan.
2. Pemeriksaan intern dan ekstern.
3. Penambahan “batas kepercayaan” kepada data.
4. Interaksi pemakai dalam prosedur pengolahan dan pengukuran agar para pemakai dapat menilai kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi.
Kualitas dari suatu informasi tergantung dari tiga hal :
a. Akurat
Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan, tidak bias atau menyesatkan harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena informasi yang disampaikan ke penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat berubah atau merusak informasi tersebut.


b. Tepat waktu
Informasi yang datang ke penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi.
c. Relevan
Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya.
F.     PENERAPAN KONSEP INFORMASI PADA RANCANGAN SISTEM INFORMASI
Bab ini telah memberikan garis besar konsep informasi dalam teori informasi, reduksi data, mutu infornlasi, dan usia informasi. Bagian ini meringkaskan penerapan semua konsep ini ke dalam perancangan sistem informasi.
Maternatika teori informasi telah diterapkan dalam perancangan sistem komunikasi. Matematika tidak dipakai dalam lingkungan sistem inforniasi manajemen yang lebih rumit, tetapi ada beberapa pandangan diberikan teori tersebut:
1.                   Informasi mempunyai nilai kejutan.
2.                   Informasi mengurangi keraguan.
3.                    Adanya infonnasi karena pilihan.
4.                    Tidak semua data yang dikomunikasikan mempunyai nilai infornlasi.
5.                   Sifat redundan bennanfaat untuk mengendalikan kesalahan komunikasi.
Model dasar sistem kornunikasi dalarn teori infonnasi lebih rumit bila manusia
diikutsertakan. Manusia adalah sistem yang dapat menyesuaikan diri dalam menuju sasaran.
Karena itu lehih sulit diterangkan daripada sebuah sistem komunikasi perangkat keras.Bising
Infomiasi dihubungkan dengan keraguan karena adanya pilihan yarig hares diambil
dan pilihan mana yang tepat tidak dapat dipastikan. Alasan untuk mendapat informasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian agar pilihan setepatnya dapat diambil. Bila tidak
ada keraguan, tidak perlu adanya informasi untuk mempengaruhi pilihan. Dasar pilihan•
adalah efisiensi relatif dari arah-arah tindakan alternatif. Informasi yang diterima akan
mempengaruhi pilihan dengan mengubah taksiran subjektif atas kemungkinan keber-
hasilan. Bila seorang penerima mempunyai wewenang mengambil keputusan, mudah di-
paharni mengapa infomiasi didefinisikan sebagai pesan yang bisa mengubah kemungkinan (probabilitas) pengambil keputusan sehubungan dengan keberhasilan tindakan yang mungkin. Tetapi banyak data diterima dan disimpan tanpa arah padakeputusan yang akan diambil. Teori matematis informasi tidak dapat menjelaskan data yang tidak ada hubungannya dengan sesuatu pilihan. Ada dua pandangan yang mungkin: (1) Tidak adanya informasi sampai adanya pilihan, atau (2) adanya informasi hanya bila adanya manfaat yang diharapkan untuk pilihan yang berpotensi. Pandangan kedua lebih erat dengan pandangan sistem informasi bahwa informasi adalah data yang mengandung arti bagi penerimanya, dan mempunyai nilai nyata atau dapat ditangkap untuk keputusan saat ini atau mendatang. Adanya bising secara jelas telah disebutkan dalarn teori komunikasi. Redundansi dipakai untuk menjamin penerimaan yang tepat dari pesan yang dipancarkan. Dalam sistem informasi manajemen, ada cukup banyak bising akibat berbedanya latar belakang masing-masing manusia. Juga perbedaan dalam kerangka acuan, prasangka, tingkat perhatian, perbedaan fisik dalarn kemampuan mendengar, melihat, dan sebab-sebab lain. Redundansi dapat dipakai secara efektif guna mengatasi bising dan meningkatkan kemungkinan diterima dan ditafsirkannya pesan secara tepat. Kebutuhan akan reduksi data telah menimbulkan berbagai mekanisme, yang semuanya relevan terhadap rancangan sistem pengolahan. Klasifikasi dan pemampatan, peringkasan dan penyaringan keorganisasian, dan inferensi. Metode-metode ini mengurangi volume penyimpanan data khususnya mengurangi banyaknya data yang dipancarkan kepada manusia penerimanya. Konsep mengenai usia infomiasi memperkenalkan gagasan data kondisi yang diukur pada sebuah.titik waktu dan data operasi yang meliputi sebuah periode waktu. Konsep sebuah interval informasi dan penundaan pengolahan data adalah penting bagi peran- cangan sistern informasi. Hal ini karena usia informasi dihubungkan dengan kedua factor tersebut, bukan hanya pada penundaan pengolahan data saja. Konsep interval informasi juga berguna"dalam mempertimbangkan sistem berdasarkan komputer yang lebih luwes (fleksibel).




Refrensi
http://bryantpurba.blogspot.com/2012/11/defenisi-data-informasi-serta-mutu.html
http://orggoblog.blogspot.com/2010/03/konsep-informasi-sistem-infonnasi.html
http://annisarahmafiani.blogspot.com/2013/11/22konsep-data-dan-informasi-serta.html
http://gudangropy.blogspot.com/2011/06/redudansi-entropi-dan-reduksi-data.html
http://faizprakoso.blogspot.com/2013/06/list-of-fish-species-in-go-fishing.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar